
Telah ditemukan sebuah foto sebuah keluarga bahagia. Mereka menyebut diri mereka Keluarga Tulang. Namun dalam foto ini hanya ada kakak beradik Tulang Rusuk (Tusuk) dan Tulang Semua (Tuma) bersama pacar sang Tulang Semua, Otot Lunak (Onak). Berikut laporan kami
Reporter : Selamat Pagi keluarga tulang. Bisa minta waktunya.
Tusuk : Oh, mbak ini reporter ya? Wah kita terkenal dek.
Tuma : Where? Where's the reporter. Oh hi I'm TUMA and you're my friends. Muah..muah..
Reporter : ??? Jadi begini kami ingin Anda bercerita tentang keluarga Anda. Bagaimana suka dukanya menjadi keluarga yang tubuhnya hanya tulang kulit dan kentut saja?
Tusuk : Sebenarnya agak mengganggu. Keluarga kami bahkan sering diejek papan penggilasan. Kami hampir tidak sanggup menjalani ini
Tuma : Iya, saya juga sedih. Kalau kami sudah kentut. Kami bahkan menjadi lemah karena bagian vital (?) dari tubuh kami terbuang. Tapi mungkin ini memang takdir kami. Huhuhu..
Reporter : Saya mengerti. Saya juga sering mengatai kalian papan penggilasan, incest, dan... Ehem maaf. Lalu apa yang membuat kalian bertahan.
Tusuk : Saya bisa bertahan sejauh ini demi my baby love adikku, eh maksudnya, pacarku. Dan adik serta kakak-kakakku
Tuma : Kalau saya mungkin karna dukungan fans (emang punya?) dan pacar saya, Onak. Ini dia pacar saya.
Onak : Hi sayang..kamu lagi diwawancarain sama paparazi ya. Heh dasar paparazi, jangan ganggu cewek gue lo! Nggak tau apa gue mantan preman tanah abang.
Reporter : Nggak bang, saya nggak ganggu. Saya cuma nanyain keluarganya aja. Baik-baik kok (sambil menyelipkan uang Rp 20.000)
Onak : Karna gue preman tanah abang, cukup lah. Lo mau nanya gue nggak? Gue kan pacar dia nih.
Reporter : Oh iya, jadi mengapa Anda mau menerima kekasih Anda ini? Apakah cinta atau apa?
Onak : Tentu karna cinta. Dia hidup saya. Dia rapuh dan saya harus menjaganya (cieee)
Reporter : Lalu, akankah kalian menikah?
Tuma : Ya enggaklah, saya tentu akan menikahi Tusuk. Karena saya sangat mencintai dia meskipun dia kakak saya. Cinta tidak memandang status.
Onak : Apa? Lo najis banget lo. Gue cinta sama lo. Tapi kenapa lo nggak mau sama gue?
Tusuk : Sudah jangan ganggu adik saya. Sudah cukup kami berpura-pura. Kita memang saling mencintai.
Reporter : Lho..lho..lho.. kok jadi rusuh. Aduh pemirsa maaf atas drama picisan ini. Tujuan saya adalah menyuguhkan sesuatu yang lucu malah gajelas gini. Maaf pemirsa, kita terpaksa berpisah. Sampai jumpa di Photo Comment selanjutnya.
P.S. Dalam bahasa jawa tuma artinya kutu.